Berita Otomotif dan Dunia Balap – Honda Jazz pernah menjadi salah satu hatchback paling populer di Indonesia. Karakternya yang sporty, praktis, dan nyaman membuat mobil ini memiliki basis penggemar yang kuat. Namun sejak produksinya di hentikan dan di gantikan oleh Honda City Hatchback, nama Jazz perlahan menghilang dari pasar nasional. Meski begitu, di luar negeri Honda justru masih mempertahankan Jazz dengan wujud yang semakin modern, salah satunya melalui Honda Jazz GR Crosstar Hybrid.
Varian ini menjadi sorotan karena memadukan konsep hatchback dengan sentuhan crossover, sekaligus di bekali teknologi hybrid yang efisien. Meski belum di jual di Indonesia, kehadirannya cukup untuk mengobati kerinduan para pencinta Jazz.
Desain Eksterior Lebih Membulat dan Bernuansa Crossover
Secara tampilan, Honda Jazz GR Crosstar Hybrid tampil berbeda dari generasi sebelumnya. Wajah depannya kini lebih membulat dengan kesan ramah dan modern. Lampu utama berukuran besar menggunakan teknologi proyektor LED yang di padukan dengan DRL, membuat tampilannya terlihat “imut” namun tetap futuristis.
Sebagai varian Crosstar, nuansa crossover terasa kuat melalui penggunaan cladding hitam di beberapa bagian bodi, termasuk bumper dan area fog lamp. Aksen skid plate berwarna silver di bagian depan dan belakang semakin menegaskan karakter petualang, meskipun mobil ini tetap berfokus pada penggunaan perkotaan.
Di sisi samping, ciri khas Honda Jazz masih di pertahankan, terutama kaca segitiga di dekat pilar A yang membantu visibilitas. Velg dual tone berukuran 16 inci di padukan dengan ban profil 60 yang masih cukup nyaman untuk penggunaan harian. Kehadiran roof rail juga menjadi pembeda utama di banding Jazz standar, meski fungsinya lebih bersifat estetika.
Tampilan Belakang Simpel tapi Konsisten
Bagian belakang Honda Jazz GR Crosstar Hybrid mengusung desain yang senada dengan bagian depan. Lampu belakang di buat besar dan membulat, dengan LED bar horizontal sebagai pemanis. Desain ini berbeda dari Jazz generasi sebelumnya yang lampunya memanjang hingga pilar.
Logo Honda dengan aksen biru khas hybrid tetap di pertahankan, begitu juga dengan emblem Jazz Crosstar yang cukup besar. Bumper belakang di buat satu kesatuan (one piece) dengan dominasi warna hitam, yang secara visual terlihat kokoh namun berpotensi mahal jika mengalami kerusakan.
Interior Fungsional dan Nyaman Khas Honda
Masuk ke dalam kabin, nuansa Honda Jazz GR masih terasa familiar. Desain interiornya tidak banyak berubah karena model ini bukan pergantian generasi, melainkan penyempurnaan. Setir two-spoke memberikan kesan unik dan berbeda dari kebanyakan mobil modern yang mengusung desain three-spoke.
Tata letak dashboard dibuat sederhana dan fungsional. Head unit bergaya floating hadir dengan ukuran yang tergolong standar, sementara material interior masih di dominasi plastik dengan beberapa bagian soft touch. Meski tampil sederhana, kepraktisan tetap menjadi keunggulan, terlihat dari banyaknya ruang penyimpanan dan cup holder.
Posisi duduk pengemudi terasa ergonomis, khas mobil Honda, dengan visibilitas ke depan dan samping yang sangat baik. Hal ini membuat Jazz tetap nyaman di gunakan baik di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
Ruang Belakang Lega Berkat Konsep Ultra Seat
Di baris kedua, Honda Jazz GR Crosstar Hybrid tetap mengandalkan konsep Ultra Seat yang menjadi ciri khas Jazz sejak lama. Ruang kaki dan kepala masih tergolong lega untuk kelas hatchback, bahkan nyaman untuk penumpang dewasa.
Kenyamanan penumpang belakang juga didukung dengan adanya armrest tengah, ventilasi AC, serta port USB Type-C. Jok belakang dapat menampung tiga penumpang dengan tetap menyediakan headrest dan sabuk pengaman lengkap.
Mesin Hybrid e:HEV, Efisien dan Modern
Di balik kap mesin, Honda Jazz GR Crosstar Hybrid di bekali teknologi hybrid e:HEV. Sistem ini mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik, serupa dengan yang digunakan pada Honda HR-V Hybrid dan model hybrid Honda lainnya.
Ruang mesin terlihat sangat padat karena di penuhi berbagai komponen elektrifikasi. Hal ini menjadi konsekuensi dari teknologi hybrid, namun sebanding dengan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Jazz hybrid ini jelas di tujukan untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan, bukan untuk kebutuhan modifikasi ekstrem.
Peluang Masuk Indonesia Masih Kecil
Melihat kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini, keputusan Honda untuk tidak menghadirkan Jazz GR Crosstar Hybrid ke Tanah Air terbilang masuk akal. Segmen hatchback mengalami penurunan, sementara tren crossover dan SUV semakin mendominasi.
Jika di bandingkan dengan kompetitor, tantangan terbesar Honda adalah harga. Dengan teknologi hybrid dan status impor, sulit membayangkan Jazz Crosstar Hybrid bisa dijual dengan harga kompetitif seperti rival-rivalnya. Inilah yang membuat Honda lebih memilih memasarkan City Hatchback sebagai pengganti Jazz di Indonesia.
Meski begitu, bagi para penggemar, Honda Jazz GR Crosstar Hybrid tetap menjadi simbol bahwa Jazz belum benar-benar mati. Siapa tahu, di masa depan Honda kembali membawa Jazz dengan konsep dan strategi yang lebih sesuai dengan pasar Indonesia.
Sumber : Youtube.com





