Berita Otomotif dan Dunia Balap – Farizon SV menjadi pendatang baru yang menarik di segmen kendaraan niaga dan minibus di Indonesia. Hadir sebagai kompetitor langsung Toyota HiAce, Farizon SV menawarkan pendekatan berbeda karena sudah mengusung teknologi full electric vehicle (EV) serta desain tanpa pilar B yang jarang di temui di kelasnya.
Kendaraan ini di bawa ke Indonesia oleh Arista Group dan di posisikan sebagai minibus listrik berkapasitas besar yang menyasar kebutuhan travel, shuttle, hingga kendaraan operasional premium.
Farizon, Sub-brand Geely Khusus Kendaraan Niaga Listrik
Farizon merupakan sub-brand dari Geely Holding Group yang fokus pada pengembangan kendaraan niaga berbasis New Energy Vehicle (NEV), termasuk EV dan PHEV. Berbeda dengan merek Geely yang di kenal lewat mobil penumpang, Farizon memang dirancang khusus untuk pasar komersial modern.
Di pasar Tiongkok, Farizon SV tersedia dalam beberapa konfigurasi seperti short wheelbase, van, kombi, dan minibus. Namun untuk pasar Indonesia, model yang di pasarkan adalah varian minibus high roof.
Dimensi Besar dengan Desain Eropa
Secara dimensi, Farizon SV tergolong sangat besar:
- Panjang: ±5,99 meter
- Tinggi: ±2,5 meter
- Wheelbase: sedikit lebih pendek dari HiAce, dengan overhang lebih panjang
Proporsi ini membuat Farizon SV lebih panjang dan lebih tinggi di banding Toyota HiAce Premium.
Desain eksteriornya menampilkan karakter Eropa modern, dengan lampu utama terpisah dari bumper, tampilan bertumpuk, serta DRL bergaya crystal cut. Lampu depan juga mendukung follow me home, termasuk iluminasi logo di bagian depan.
Farizon SV telah dilengkapi kamera 360 derajat, sensor parkir, serta pintu belakang model split door yang dapat dibuka hingga 270 derajat, memberikan kepraktisan tinggi untuk akses penumpang maupun barang.
Kapasitas 16 Penumpang dan Akses Tanpa Pilar B
Salah satu keunikan utama Farizon SV adalah desain tanpa pilar B, yang membuat akses keluar-masuk kabin menjadi sangat lega. Konfigurasi kursinya adalah 3-3-3-3-4, dengan total kapasitas 16 penumpang.
Ketinggian kabin memungkinkan penumpang dewasa untuk berdiri dan berjalan di dalam kabin, berkat atap high roof dan lantai yang di rancang untuk menampung baterai besar di bagian bawah.
Seluruh kursi penumpang, kecuali kursi depan, dapat di rebahkan (recline), memberikan fleksibilitas dan kenyamanan lebih untuk perjalanan jauh.
Interior Modern dengan Fitur Premium
Meski berbasis kendaraan niaga, interior Farizon SV terasa modern dan premium. Aksen warna oranye bata, trim bergaya kayu, serta desain dashboard futuristik membuatnya tidak terkesan seperti mobil komersial konvensional.
Sumber : Youtube.com





