Royal Enfield Classic 650 Detail Perbedaan 3 Varian

Berita Otomotif dan Dunia Balap – Royal Enfield Classic kembali menggebrak pasar motor klasik Indonesia dengan menghadirkan Classic 650, sebuah motor bergaya retro modern yang menjadi penerus spiritual dari lini Classic 350. Menariknya, motor ini tersedia dalam tiga varian berbeda, yaitu Entry, Mid, dan High, yang masing-masing memiliki karakteristik dan sentuhan estetika tersendiri. Meski secara teknis dan fitur ketiganya identik, namun perbedaan visual serta detail finishing membuat tiap varian memiliki daya tarik unik bagi calon pemiliknya. Berikut penjabaran lengkapnya.

Varian Entry: Simpel dan Fungsional

Varian Entry dari Royal Enfield Classic 650 hadir sebagai versi paling terjangkau dengan harga Rp 236.100.000. Meskipun merupakan tipe dasar, tampilan Entry tetap memukau dengan balutan warna yang khas. Motor ini tersedia dalam dua opsi warna menarik: Vallam Red dan Bruntingthorpe Blue. Keduanya mengusung desain dua warna, yakni kombinasi merah-putih dan biru-putih pada bagian tangki serta panel samping.

Rangka motor di labur cat hitam doff, menegaskan kesan klasik yang kuat. Pilihan ini cocok bagi pengendara yang menginginkan motor bergaya retro namun dengan pendekatan sederhana dan minimalis.

Varian Mid: Sentuhan Eksklusif dan Detail Khusus

Beranjak ke varian Mid, yang di banderol Rp 239.800.000, Royal Enfield menawarkan tampilan yang lebih solid dan eksklusif. Tersedia hanya dalam satu warna yaitu Teal Green, varian ini tampil dengan cat bodi serba satu warna, termasuk sasis yang senada. Hal ini memberikan nuansa elegan dan bersih, sangat cocok untuk penggemar motor klasik dengan sentuhan modern.

Salah satu daya tarik utama varian Mid adalah hadirnya pinstriping di bagian tangki yang di buat secara manual oleh tangan manusia. Teknik pengecatan ini bukan hanya menunjukkan kualitas craftsmanship khas Royal Enfield, tetapi juga memberikan nilai artistik dan keunikan tersendiri, karena tidak ada dua motor yang benar-benar identik.

Varian High: Mewah dan Penuh Gaya

Di posisi teratas ada varian High, yang di jual dengan harga Rp 242.800.000. Pilihan warnanya juga tunggal, yaitu Black Chrome, sebuah kombinasi elegan antara warna hitam dan aksen krom. Tangki bahan bakar menampilkan finishing hitam mengilap berpadu aksen chrome mencolok, di sertai pinstriping tangan seperti pada varian Mid.

Tidak hanya itu, bagian sepatbor depan dan belakang juga menggunakan lapisan chrome, memberikan kesan mewah dan berkelas. Detail ini menjadikan varian High sangat cocok bagi mereka yang ingin tampil mencolok dengan motor klasik premium.

Spesifikasi dan Fitur: Sama Rata, Tidak Ada yang Di kurangi

Meskipun memiliki perbedaan dalam hal estetika dan pewarnaan, ketiga varian Classic 650 ini mengusung spesifikasi teknis dan fitur yang identik. Semuanya di lengkapi dengan:

Lampu depan berteknologi LED

Panel instrumen kombinasi analog dan digital

Tripper Dash untuk navigasi

Sistem pengereman ABS dual-channel

Suspensi depan dan belakang buatan Showa yang terkenal stabil dan nyaman

Dengan mesin 648 cc parallel twin yang sudah teruji di model Interceptor dan Continental GT, motor ini menyajikan performa halus, torsi besar, dan suara khas yang menggugah.

Kesimpulan

Royal Enfield Classic 650 hadir bukan hanya sebagai motor, tetapi sebagai pernyataan gaya dan karakter. Ketiga variannya Entry, Mid, dan High di rancang untuk memenuhi selera berbeda, mulai dari penggemar gaya sederhana hingga mereka yang mencari tampilan klasik dengan sentuhan kemewahan. Dengan spesifikasi dan fitur yang setara, pilihan varian kini tinggal soal preferensi gaya dan anggaran.

Sumber :Kompas.com

  • Related Posts

    BRZ Farrel Siap untuk Indonesian Drift Series

    Berita Otomotif dan Dunia Balap –BRZ Farrel menunjukkan keseriusan dalam menghadapi Indonesian Drift Series (IDS), salah satu ajang drifting paling bergengsi di Indonesia. Farrel mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari…

    Mobil Drift McLaren V8 yang Gak Masuk Akal: GD Dubai Trip

    Berita Otomotif dan Dunia Balap –Drifting identik dengan mobil berpenggerak roda belakang yang ringan dan bertenaga besar. Saat sebuah McLaren bermesin V8 ikut melakukan drift, hasilnya langsung terasa “gak masuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Yamaha TMAX 560: Big Bike Terbaru dari Yamaha dengan Mesin 560cc

    Yamaha TMAX 560: Big Bike Terbaru dari Yamaha dengan Mesin 560cc

    BYD Sealion 8 (BYD Tang L): SUV Plug-in Hybrid 7-Seater yang Lebih Gagah dan Mewah

    BYD Sealion 8 (BYD Tang L): SUV Plug-in Hybrid 7-Seater yang Lebih Gagah dan Mewah

    Honda Jazz GR Crosstar Hybrid, Hatchback Ikonik yang Jadi Obat Rindu Pecinta Jazz

    Honda Jazz GR Crosstar Hybrid, Hatchback Ikonik yang Jadi Obat Rindu Pecinta Jazz

    BRZ Farrel Siap untuk Indonesian Drift Series

    BRZ Farrel Siap untuk Indonesian Drift Series

    BYD Atto 2 Meluncur di Singapore Motor Show 2026, SUV Listrik Kompak yang Lebih Praktis

    BYD Atto 2 Meluncur di Singapore Motor Show 2026, SUV Listrik Kompak yang Lebih Praktis

    Mobil Drift McLaren V8 yang Gak Masuk Akal: GD Dubai Trip

    Mobil Drift McLaren V8 yang Gak Masuk Akal: GD Dubai Trip